Doa-Amalan-Wirid

Selasa, 28 Februari 2017

Kisah Keajaiban Fadhilah Shalawat Nabi - Hutang Lunas

Advertisement

Kisah ini tentang fadhilah dan keajaiban Shalawat Nabi yang luar biasa. Diceritakan ada seseorang yang terbelit hutang begitu banyak, hidup dalam tumpukan hutang di tengah kubangan kemiskinan.  Dia  sudah tidak punya apa-apa lagi dalam hidupnya selain hutang yang menumpuk.

Setiap hari rumahnya selalu didatangi orang yang menagih hutang. Namun ia sudah tidak mempunyai apa-apa lagi untuk membayar hutang-hutangnya. Sehingga pada suatu hari ia memutuskan untuk  pergi ke tempat salah seorang saudagar kaya dengan tujuan hutang uang untuk membayar hutang-hutangnya.

Kisah Keajaiban Fadhilah Shalawat Nabi - Hutang Lunas


Ia meminjam uang sebanyak 500 dinar. Saudagar ini bertanya: “kira-kira kapan anda akan melunasi pinjaman ini?”

“Minggu depan tuan”, jawabnya singkat.

Singkat cerita akhirnya ia pulang dengan 500 dinar digenggamannya. Jumlah segitu ia bayarkan kepada orang-orang yang setiap hari datang menagih hutang dan dari 500 dinar yang ia peroleh itu tidak tersisa sama sekali. Hutangnya kepada banyak orang lunas, namun ia punya hutang yang sangat besar kepada saudagar itu.

Hari demi hari ia bertambah sulit dan terpuruk kondisi ekonominya hingga tempo pembayaran hutangnya pun telah tiba. Saudagar itupun mendatangi rumah si miskin itu dan mengatakan:“tempo hutang anda telah tiba”.

Si miskin dengan suara lirih menjawab:“Demi Allah saya sudah tak punya apa-apa”.

Saudagar tersebut merasa geram kepada si miskin dan mengadukannya ke pengadilan. Setibanya di pengadilan, hakim bertanya: “mengapa anda tidak membayar hutang anda?”

Lagi-lagi si miskin menjawab: “Demi Allah saya tak punya apa-apa tuan”.

Karena merasa ini adalah kesalahan si miskin, maka hakim memvonisnya dengan hukuman penjara sampai ia bisa melunasi hutangnya.
 Kemudian si miskin bangkit dan berkata: “wahai tuan hakim, berilah saya waktu untuk hari ini saja. Saya hendak pulang ke rumah untuk berjumpa keluarga dan mengabarkan hukuman ini sekalian berpamitan dengan mereka, baru kemudian saya akan kembali untuk dipenjara”.

Hakim menyahuti si miskin dengan mengatakan: “bagaimana mungkin, apa jaminanmu bakal kembali besok, sementara aku telah memvonismu hukuman penjara?”

Lelaki itu terdiam, tapi seolah mendapat ilham di benaknya, lalu berkata lirih:
“Rasulullah saw jaminanku, wahai tuan hakim, bersaksilah untukku jika besok aku tidak datang maka aku bukanlah termasuk umat Rasulullah saw”.


Si hakim tersentak diam dan tersentuh hatinya, ia sadar betapa agungnya Rasulullah saw. Kemudian si hakim menunda hukuman penjara untuknya hingga esok hari.

Sesampainya di rumah, si miskin mengabarkan kondisinya kepada sang istri, bahwa besok dia akan dipenjara. Lalu istrinya bertanya: “wahai suamiku lantas mengapa sekarang engkau bebas?”

“Aku menaruh nama Rasulullah saw sebagai jaminanku”, begitu jawab suaminya.

Mata istrinya pun berkaca-kaca dan air matanya menetes sembari berkata pada suaminya: “selama Rasulullah masih menjadi jaminan bagimu maka mari kita bershalawat”.

Dan mereka pun bershalawat kepada Rasulullah saw dengan rasa cinta yang dalam. Sampai akhirnya mereka tertidur, dalam tidurnya bermimpi melihat Rasulullah saw memanggilnya: “Hai fulan jika besok telah terbit fajar maka pergilah ke tempat ulama fulan dan sampaikan kepadanya bahwa aku menitipkan salam untuknya dan suruh ia menyelesaikan hutang-hutangmu. Jika ulama itu tidak percaya, sampaikan 2 bukti ini”.

Kemudian si miskin itu bertanya: “apa 2 bukti itu wahai Rasulullah?

Rasul saw menjawab: “katakan padanya bahwa di malam pertama ia sudah membaca shalawat untukku 1000 x dan di malam terakhir dia telah ragu dalam jumlah bilangan shalawat yang dibacanya. Sampaikan padanya bahwa ia telah menyempurnakan shalawatnya”.

Seketika si miskin terbangun dan pada pagi harinya ia pergi menuju si ulama fulan dan berjumpa dengannya. Tanpa buang waktu si miskin menyampaikan apa yang ia lihat dalam mimpinya. “Wahai tuan ulama, Rasulullah saw telah menitipkan salam untuk anda dan meminta anda agar menyelesaikan hutang-hutangku.”

Sang ulama bertanya: “apa bukti dari kebenaran mimpimu itu tentang yang anda sampaikan?”

Si miskin itu menyampaikan kedua bukti sebagaimana yang dikatakan Rasulallah saw dalam mimpinya. “di malam pertama anda telah bershalawat kepada Rasulullah saw sebanyak 1000 x dan di malam kedua anda ragu dengan jumlah bilangan shalawat yang telah anda baca. Rasulullah saw mengatakan bahwa hitungan shalawat anda telah sempurna, dan shalawat anda telah diterima oleh Rasulallah saw”.

Mendengar hal itu spontan ulama itu menangis karena berita gembira shalawatnya diterima Rasulallah saw. Ulama tersebut memberi uang 500 dinar dari baitul mal (untuk melunasi hutang si miskin) dan 2500 dinar dari harta pribadinya untuk si miskin sebagai tanda terima kasih atas berita gembira yang disampaikan. Tidak berapa lama kemudian si miskin bergegas pergi ke hakim untuk menyelesaikan perkaranya.

Sesampainya di tempat hakim, tiba-tiba si hakim bergerak kearah si miskin seolah ia rindu ingin melihatnya dan memanggilnya seraya berucap : “Kemarilah, berkat anda aku mimpi berjumpa Rasulullah saw. Rasulullah saw telah berpesan kepadaku bahwa jika aku menyelesaikan hutangmu maka kelak Rasulullah saw akan menyelesaikan perkaraku di akhirat. Ini uang 500 dinar untuk melunasi hutang-hutang anda.”

Belum sampai selesai dia bicara, tiba-tiba pintu ada yang mengetuk. Ketika dibuka, ternyata saudagar penagih hutang yang datang. Dia langsung memeluk si miskin dan menciumnya sambil berucap: “berkat anda saya mimpi berjumpa Rasulullah SAW. Beliau berkata padaku jika aku merelakan hutangmu maka kelak di hari kiamat Rasulullah SAW akan merelakan segala tanggunganku dan ini uang 500 dinar hadiah untuk anda dan hutang anda saya anggap sudah lunas.”


Subhanallah, kisah ini adalah sekelumit bukti betapa Rasulullah SAW selalu memperhatikan urusan umatnya. Shalawat dan cinta kepada Nabi bisa menghilangkan kegundahan dan keresahan bahkan bencana dan juga kesulitan hidup seseorang. Semoga kita mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW. Amin 

Advertisement

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kisah Keajaiban Fadhilah Shalawat Nabi - Hutang Lunas

0 komentar:

Posting Komentar